# Runbook Database Production — Tahap 5 ## Preflight wajib 1. Full backup dan uji restore pada staging. 2. Bekukan pembuatan invoice/pembayaran selama migration. 3. Rekonsiliasi total invoice, pembayaran, piutang, jurnal, stock log, dan barcode. 4. Periksa nomor invoice duplikat: ```sql SELECT no_invoice, COUNT(*), GROUP_CONCAT(id ORDER BY id) FROM invoices GROUP BY no_invoice HAVING COUNT(*) > 1; ``` 5. Periksa pembayaran tanpa invoice/customer, pembayaran melebihi invoice, jurnal hilang, dan detail stok ganda. Jangan mengoreksi otomatis sebelum Finance menyetujui mapping. 6. Tinjau akun kontrol: Piutang Usaha, Utang Pajak Penjualan, Uang Muka Pelanggan, Beban Kerugian Piutang, HPP, Persediaan, dan akun pendapatan. ## Migration Jalankan berurutan: `20260831001000`, `20260831001100`, lalu `20260901000100`. Migration 010 berhenti aman jika nomor invoice duplikat ditemukan. Migration membuat akun default berikut hanya bila kodenya belum ada: - `2191` Utang Pajak Penjualan - `2192` Uang Muka Pelanggan - `6191` Beban Kerugian Piutang Production wajib menyesuaikan `system_account_mappings` dengan chart of accounts resmi perusahaan. Jangan mengandalkan nama/kode default jika COA Production berbeda. ## Validasi setelah migration ```sql SELECT workflow_status, status, COUNT(*) FROM invoices GROUP BY workflow_status,status; SELECT COUNT(*) FROM payments p LEFT JOIN payment_allocations a ON a.payment_id=p.id WHERE a.id IS NULL; SELECT no_invoice, COUNT(*) FROM invoices GROUP BY no_invoice HAVING COUNT(*)>1; ``` Uji pada staging: quotation→SO/invoice, submit→approve→post, partial dan multi-invoice payment, uang muka, credit note, write-off, refund, reversal, aging, statement, receipt, attachment, jurnal balance, serta stok/barcode berkurang tepat sekali. Invoice historis tidak boleh diposting ulang otomatis. Jika flag legacy `posted` tidak sesuai jurnal sebenarnya, rekonsiliasi per invoice dan gunakan change script yang disetujui Finance/DBA. ## Operasional Batasi endpoint credit note, refund, write-off, posting, dan reversal kepada role berwenang. Konfigurasikan provider reminder terpisah. Backup lampiran `uploads/accounting` bersama database dan terapkan malware scanning pada infrastruktur Production.